Jakarta, 22 September 2026 – Pandemi Covid-19 yang sempat mengguncang berbagai sektor pekerjaan mendorong seorang jurnalis mencari sumber penghasilan alternatif melalui sektor pertanian. Berawal dari lahan yang sebelumnya tidak produktif, ia mulai mengembangkan kebun pisang sebagai usaha sampingan. Langkah tersebut dilakukan ketika aktivitas pekerjaan dan kondisi ekonomi mengalami tekanan selama masa pandemi. Lahan yang semula terbengkalai perlahan ditata dan ditanami berbagai bibit pisang. Usaha tersebut kemudian berkembang menjadi kegiatan produktif yang mampu memberikan tambahan penghasilan.
Keputusan memilih tanaman pisang didasarkan pada pertimbangan perawatan yang relatif mudah serta permintaan pasar yang cukup stabil. Pisang merupakan salah satu komoditas buah yang dikonsumsi masyarakat sepanjang tahun dan memiliki beragam pemanfaatan. Tanaman ini juga dapat dikembangkan pada berbagai skala lahan selama kondisi tanah dan kebutuhan airnya terpenuhi. Setelah melakukan persiapan lahan, penanaman dilakukan secara bertahap agar pengelolaan kebun lebih mudah. Pengalaman bertani pun diperoleh melalui proses belajar langsung selama menjalankan usaha.
Mengubah lahan tidur menjadi kebun produktif tidak berlangsung tanpa tantangan. Pembersihan lahan, pemilihan bibit, pemupukan, hingga pengendalian hama membutuhkan perhatian agar tanaman dapat tumbuh dengan baik. Selain itu, pemilik kebun harus menyesuaikan aktivitas pertanian dengan pekerjaan jurnalistik yang tetap dijalankan. Pengaturan waktu menjadi penting karena tanaman membutuhkan perawatan secara rutin. Ketekunan tersebut akhirnya membuat lahan yang sebelumnya tidak menghasilkan mulai memberikan manfaat ekonomi.
Ketika tanaman memasuki masa panen, hasil kebun mulai dipasarkan kepada masyarakat dan pedagang. Permintaan terhadap pisang memberikan peluang untuk membangun jaringan pemasaran yang lebih luas. Hasil penjualan kemudian dapat digunakan kembali untuk memenuhi kebutuhan perawatan sekaligus mengembangkan kebun. Dari kegiatan yang awalnya dilakukan sebagai respons terhadap tekanan ekonomi akibat pandemi, pertanian pisang berkembang menjadi usaha yang memiliki prospek jangka panjang. Pengalaman tersebut menunjukkan lahan terbengkalai dapat memiliki nilai ekonomi apabila dikelola secara produktif.
Pengembangan kebun juga memberikan manfaat di luar tambahan pendapatan. Lahan yang sebelumnya tidak terawat menjadi lebih produktif dan dapat memberikan aktivitas ekonomi bagi masyarakat di sekitarnya. Pada tahapan tertentu, pengelolaan kebun membutuhkan bantuan tenaga untuk membersihkan lahan, merawat tanaman, maupun melakukan panen. Kondisi tersebut membuka peluang keterlibatan warga dalam kegiatan pertanian. Pemanfaatan lahan tidur sekaligus dapat menjadi alternatif untuk meningkatkan produksi komoditas pangan dan hortikultura di tingkat lokal.
Pengalaman selama pandemi menjadi pelajaran bahwa diversifikasi sumber penghasilan dapat membantu menghadapi situasi ekonomi yang tidak terduga. Profesi utama sebagai jurnalis tetap dijalankan, sementara kegiatan pertanian memberikan sumber pendapatan tambahan yang dapat dikembangkan secara bertahap. Usaha tersebut juga memperlihatkan bahwa memasuki sektor pertanian tidak selalu harus dimulai dengan lahan yang sangat luas. Pemanfaatan lahan yang tersedia secara efektif dapat menjadi titik awal membangun usaha. Hal terpenting adalah memahami karakter tanaman, kebutuhan pasar, dan kemampuan pengelolaan.
Kebun pisang yang berawal dari pemanfaatan lahan tidur kini menjadi bukti perubahan yang muncul dari tekanan selama pandemi. Langkah tersebut tidak hanya membantu mempertahankan kondisi ekonomi, tetapi juga membuka pengalaman baru di bidang pertanian. Pengembangan usaha masih dapat dilakukan melalui penambahan tanaman, peningkatan produktivitas, maupun pengolahan hasil panen menjadi produk bernilai tambah. Kisah tersebut menunjukkan lahan yang sebelumnya dibiarkan terbengkalai dapat diubah menjadi sumber penghasilan dengan pengelolaan yang konsisten. Pertanian pun menjadi salah satu alternatif usaha yang dapat berjalan berdampingan dengan profesi utama.