Jakarta, 6 Mei 2026 – Ketua Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Purbaya Yudhi Sadewa, menanggapi kritik yang menyebut kondisi ekonomi Indonesia saat ini mirip dengan masa krisis 1998. Ia menegaskan bahwa anggapan tersebut tidak berdasar dan tidak mencerminkan kondisi ekonomi yang sebenarnya.
Menurut Purbaya, fundamental ekonomi Indonesia saat ini jauh lebih kuat dibandingkan periode krisis yang terjadi pada Krisis Finansial Asia 1997-1998. Ia menyoroti stabilitas sektor perbankan, inflasi yang terkendali, serta cadangan devisa yang memadai sebagai indikator utama yang menunjukkan ketahanan ekonomi nasional.
Purbaya juga mengingatkan agar publik tidak mudah terpengaruh oleh narasi yang tidak didukung data. Ia menilai bahwa penyebaran informasi yang tidak akurat justru dapat memicu kepanikan dan berdampak negatif terhadap kepercayaan pasar.
Selain itu, pemerintah dan otoritas keuangan disebut terus memperkuat koordinasi untuk menjaga stabilitas ekonomi. Berbagai kebijakan telah disiapkan guna menghadapi tantangan global, termasuk gejolak pasar keuangan dan tekanan terhadap nilai tukar.
Di sisi lain, para ekonom menilai pentingnya komunikasi yang transparan agar masyarakat memahami kondisi ekonomi secara objektif. Edukasi publik dinilai menjadi kunci untuk mencegah kesalahpahaman terkait situasi ekonomi nasional.
Dengan kondisi fundamental yang dinilai solid, Purbaya optimistis ekonomi Indonesia tetap berada pada jalur yang aman. Ia pun mengajak semua pihak untuk melihat situasi secara rasional dan tidak terjebak pada spekulasi yang tidak berdasar.