Bandung, 20 September 2026 – PT Dirgantara Indonesia (PTDI) memperkuat sinergi dengan Komando Pemeliharaan Materiel TNI Angkatan Udara (Koharmatau) dalam mendukung pemeliharaan pesawat dan helikopter yang dioperasikan TNI AU. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk meningkatkan kesiapan operasional armada sekaligus mengoptimalkan kemampuan industri pertahanan nasional dalam menangani perawatan berbagai jenis alutsista udara. Kerja sama juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kemandirian Indonesia dalam bidang pemeliharaan, perbaikan, dan overhaul atau MRO. Dengan kemampuan yang semakin terintegrasi, kebutuhan pemeliharaan diharapkan dapat lebih banyak dilaksanakan di dalam negeri. Langkah ini sekaligus mendukung keberlanjutan kesiapan armada TNI AU dalam menjalankan berbagai misi.
Sinergi PTDI dan Koharmatau mencakup pemanfaatan kemampuan teknis, fasilitas, sumber daya manusia, serta pengalaman kedua pihak dalam menangani pesawat dan helikopter. Koharmatau memiliki peran penting dalam memastikan materiel TNI AU berada dalam kondisi siap digunakan, sedangkan PTDI memiliki fasilitas industri dan tenaga ahli yang berpengalaman dalam produksi maupun pemeliharaan pesawat. Penggabungan kemampuan tersebut diharapkan menghasilkan proses pemeliharaan yang semakin efektif dan efisien. Koordinasi juga memungkinkan kebutuhan suku cadang, inspeksi, perbaikan komponen, hingga pekerjaan struktural ditangani secara lebih terencana. Pola kerja bersama tersebut menjadi penting mengingat setiap jenis pesawat memiliki karakteristik serta kebutuhan pemeliharaan yang berbeda.
Pemeliharaan armada udara membutuhkan standar yang ketat karena berkaitan langsung dengan keselamatan penerbangan dan keberhasilan pelaksanaan misi. Setiap pesawat maupun helikopter harus menjalani pemeriksaan berkala sesuai dengan jam terbang, usia komponen, dan ketentuan teknis yang berlaku. Dalam proses tersebut, kemampuan mendeteksi potensi kerusakan sejak dini menjadi salah satu faktor penting untuk mencegah gangguan operasional. Dukungan tenaga teknis yang memiliki kompetensi khusus juga dibutuhkan agar pekerjaan dapat dilaksanakan sesuai standar. Karena itu, peningkatan kemampuan personel menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari penguatan kerja sama antara industri pertahanan dan TNI AU.
Bagi PTDI, sinergi dengan Koharmatau juga membuka ruang untuk meningkatkan penguasaan teknologi pemeliharaan berbagai platform udara. Pengalaman menangani armada militer dapat memperkuat kemampuan perusahaan dalam mengembangkan layanan purnajual serta dukungan sepanjang siklus hidup pesawat. Industri dirgantara tidak hanya membutuhkan kemampuan memproduksi pesawat baru, tetapi juga harus mampu menjamin ketersediaan layanan pemeliharaan selama armada tersebut dioperasikan. Kemampuan MRO yang kuat dapat mengurangi ketergantungan terhadap fasilitas pemeliharaan di luar negeri. Selain menghemat waktu dan biaya, langkah tersebut dapat memperkuat penguasaan teknologi di dalam negeri.
Koharmatau di sisi lain dapat memanfaatkan dukungan fasilitas industri PTDI untuk memperkuat kapasitas pemeliharaan armada TNI AU. Kolaborasi memungkinkan pekerjaan tertentu yang membutuhkan peralatan maupun kompetensi khusus dilaksanakan melalui pembagian tugas yang lebih efektif. Transfer pengetahuan antarpersonel juga dapat dilakukan untuk meningkatkan kemampuan teknisi dalam menangani perkembangan teknologi pesawat yang semakin kompleks. Sistem avionik, mesin, struktur hingga perangkat elektronik membutuhkan kompetensi berbeda dan terus berkembang seiring modernisasi armada. Sinergi antara pengguna dan industri karena itu menjadi salah satu unsur penting dalam menjaga kesinambungan kemampuan pemeliharaan nasional.
Penguatan kerja sama juga memiliki arti strategis di tengah proses modernisasi alutsista udara Indonesia. Bertambahnya jenis maupun teknologi pesawat yang digunakan membutuhkan ekosistem pendukung yang mampu memastikan kesiapan operasional dalam jangka panjang. Pengadaan alutsista tanpa dukungan pemeliharaan yang memadai dapat meningkatkan ketergantungan kepada produsen maupun fasilitas asing. Dengan memperbesar keterlibatan industri nasional, kemampuan perawatan dapat dikembangkan secara bertahap di dalam negeri. Langkah tersebut sejalan dengan upaya membangun ekosistem industri pertahanan yang tidak hanya berorientasi pada produksi, tetapi juga mampu memberikan dukungan teknis sepanjang usia operasional alutsista.
Sinergi PTDI dan Koharmatau diharapkan terus berkembang melalui program pemeliharaan yang lebih terintegrasi dan peningkatan kompetensi sumber daya manusia. Kerja sama jangka panjang dapat memberikan kepastian terhadap kesiapan armada sekaligus meningkatkan kapasitas industri dirgantara nasional. Ketersediaan fasilitas MRO di dalam negeri juga menjadi faktor penting untuk mempercepat proses perbaikan ketika pesawat membutuhkan penanganan teknis. Pada akhirnya, keberhasilan kolaborasi antara PTDI dan Koharmatau akan diukur dari kemampuan menjaga tingkat kesiapan pesawat serta helikopter TNI AU secara berkelanjutan. Penguatan kemampuan tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung pelaksanaan tugas pertahanan udara dan meningkatkan kemandirian industri pertahanan Indonesia.