Jakarta, 6 September 2026 – Pelatih Persija Jakarta Shin Tae-yong memastikan timnya akan berusaha menunjukkan performa yang lebih baik ketika menghadapi Persib Bandung pada pekan kedua Super League 2026-2027. Keyakinan tersebut disampaikan setelah Macan Kemayoran membuka musim dengan kemenangan 1-0 atas Borneo FC di Stadion Segiri, Samarinda, Sabtu, 5 September 2026. Meski berhasil membawa pulang tiga poin, pelatih asal Korea Selatan itu menilai kemampuan sebenarnya dari Persija belum sepenuhnya terlihat. Ia bahkan menyebut anak asuhnya baru menunjukkan sekitar 50 persen dari performa yang diharapkan. Penilaian tersebut membuat Shin masih mempunyai sejumlah pekerjaan rumah sebelum menghadapi Persib. Pertandingan kontra Maung Bandung akan menjadi laga kandang pertama Persija musim ini sekaligus ujian besar bagi perkembangan tim. Duel kedua rival tersebut dijadwalkan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu, 12 September 2026.
Kemenangan atas Borneo menjadi modal penting bagi Persija karena diraih dalam pertandingan yang tidak berjalan mudah. Tuan rumah mampu memberikan tekanan dan beberapa kali membuat lini pertahanan Macan Kemayoran bekerja keras. Shin Tae-yong bahkan mengakui Borneo tampil lebih baik dalam sejumlah bagian pertandingan. Namun, Persija mampu menunjukkan efektivitas ketika mendapatkan kesempatan untuk menyerang. Gol tunggal Alexander Jeremejeff pada menit ke-45+1 akhirnya menjadi pembeda dalam pertandingan tersebut. Penyerang asal Swedia itu menyelesaikan umpan silang Kerim Memija dengan sundulan yang tidak mampu dihentikan penjaga gawang Borneo. Keunggulan tersebut berhasil dipertahankan Persija sampai pertandingan berakhir.
Shin menilai kemampuan pemain menjaga konsentrasi menjadi salah satu faktor penting di balik keberhasilan meraih tiga poin. Persija harus menghadapi tekanan Borneo yang bermain di hadapan pendukung sendiri dan berusaha mengejar ketertinggalan sepanjang babak kedua. Barisan pertahanan Macan Kemayoran tetap mampu mempertahankan organisasi permainan hingga peluit akhir. Situasi tersebut memberikan gambaran awal mengenai karakter yang ingin dibangun Shin bersama Persija. Meski demikian, ia tidak menutup mata terhadap sejumlah kekurangan yang terlihat selama pertandingan. Persija masih perlu meningkatkan penguasaan permainan, transisi, serta ketajaman ketika mendapatkan ruang menyerang. Penilaian bahwa tim baru berada pada sekitar 50 persen kemampuan menunjukkan Shin masih mengharapkan perkembangan signifikan. Perbaikan tersebut akan langsung diuji ketika Persib datang ke Jakarta pada pertandingan berikutnya.
Kemenangan di Samarinda juga mempunyai arti tersendiri karena mengakhiri catatan panjang Persija yang kesulitan meraih hasil maksimal di markas Borneo. Sebelum pertandingan tersebut, Macan Kemayoran terakhir kali membawa pulang kemenangan dari Samarinda pada September 2018. Ketika itu Persija juga menang dengan skor 1-0 sebelum akhirnya menjadi juara liga pada akhir musim. Shin mengaku mengetahui timnya sudah sekitar delapan tahun tidak meraih kemenangan di Kalimantan ketika menghadapi Borneo. Karena itu, ia memberikan apresiasi terhadap kerja keras seluruh pemain yang mampu mempertahankan konsentrasi dalam pertandingan sulit. Hasil tersebut sekaligus memberikan awal positif dalam perjalanan Shin di kompetisi bersama Persija. Namun, ia tidak ingin kemenangan tersebut membuat pemain merasa sudah mencapai performa terbaik.
Persib akan memberikan tantangan berbeda karena memiliki kualitas pemain dan pengalaman sebagai salah satu kekuatan utama kompetisi nasional. Shin Tae-yong berencana mempelajari permainan Maung Bandung sebelum menentukan pendekatan yang akan digunakan dalam pertandingan. Analisis terhadap kekuatan lawan menjadi bagian penting dari metode kepelatihan Shin sejak menangani berbagai tim sebelumnya. Ia tidak hanya memperhatikan kualitas individu pemain, tetapi juga organisasi permainan, pola membangun serangan, serta cara lawan melakukan transisi. Informasi tersebut nantinya digunakan untuk menyesuaikan strategi Persija tanpa menghilangkan karakter permainan sendiri. Shin ingin Macan Kemayoran mampu bermain lebih agresif ketika mendapatkan kesempatan menyerang. Dengan waktu persiapan sekitar satu pekan, tim pelatih mempunyai kesempatan melakukan evaluasi berdasarkan pertandingan pertama.
Duel melawan Persib juga mempunyai tekanan berbeda dibandingkan pertandingan pembuka menghadapi Borneo. Pertemuan Persija dan Persib selama ini dikenal sebagai salah satu pertandingan dengan rivalitas paling kuat dalam sepak bola Indonesia. Hasil pertandingan sering mendapatkan perhatian besar tidak hanya dari pendukung kedua klub, tetapi juga masyarakat sepak bola nasional. Kondisi tersebut menuntut pemain mampu mengendalikan emosi sekaligus menjaga fokus terhadap rencana permainan. Shin mempunyai pengalaman menghadapi pertandingan dengan tekanan tinggi ketika menangani Timnas Indonesia dalam berbagai kompetisi internasional. Pengalaman itu diharapkan dapat membantu dirinya mempersiapkan mental pemain Persija. Pelatih berusia 55 tahun tersebut juga mempunyai sejumlah pemain berpengalaman yang terbiasa menghadapi atmosfer pertandingan besar. Kombinasi kesiapan taktik dan mental akan menjadi bagian penting dalam persiapan Macan Kemayoran.
Pertandingan melawan Persib akan menjadi kesempatan pertama bagi Shin memimpin Persija dalam laga Super League di hadapan pendukung sendiri di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Situasi tersebut memberikan motivasi tambahan setelah kemenangan tandang pada pekan pembuka. Dukungan The Jakmania diperkirakan menjadi salah satu faktor yang dapat meningkatkan energi pemain sepanjang pertandingan. Namun, Persija tetap harus memastikan antusiasme tersebut tidak membuat permainan menjadi terburu-buru. Shin menginginkan pemain tetap disiplin menjalankan strategi meskipun dituntut bermain menyerang di kandang. Keseimbangan antara menyerang dan bertahan menjadi penting karena Persib memiliki pemain yang dapat memanfaatkan ruang melalui serangan cepat. Persija juga perlu meningkatkan efektivitas penyelesaian akhir agar tidak hanya bergantung pada satu peluang seperti ketika menghadapi Borneo. Pertandingan tersebut akan menjadi indikator awal mengenai seberapa cepat konsep permainan Shin dapat diterapkan oleh skuadnya.
Alexander Jeremejeff menjadi salah satu pemain yang berpotensi kembali mendapatkan peran penting setelah menjadi penentu kemenangan pada pertandingan pertama. Penyerang tersebut menunjukkan kemampuannya memanfaatkan umpan silang Kerim Memija untuk menghasilkan gol. Kombinasi antara pemain depan dan sektor sayap menjadi salah satu aspek yang dapat dikembangkan menjelang pertandingan melawan Persib. Shin sebelumnya memang menginginkan Persija mempunyai pendekatan menyerang karena menilai kualitas klub-klub Super League relatif kompetitif. Namun, permainan menyerang tetap membutuhkan keseimbangan agar pertahanan tidak mudah terbuka ketika kehilangan bola. Pemain seperti Rizky Ridho dan Jordi Amat mempunyai peran penting dalam menjaga organisasi lini belakang. Persija juga memiliki sejumlah pemain yang sebelumnya pernah bekerja bersama Shin di Timnas Indonesia sehingga proses adaptasi terhadap instruksinya relatif terbantu. Kedalaman skuad akan menjadi faktor penting karena musim kompetisi masih panjang.
Shin Tae-yong tidak ingin kemenangan pada pekan pertama membuat target Persija hanya berorientasi pada dua pertandingan awal. Ia menegaskan setiap pertandingan mempunyai nilai tiga poin yang sama sehingga konsistensi menjadi kunci sepanjang musim. Pertandingan melawan Borneo memberikan gambaran bahwa Persija dapat memperoleh hasil positif meskipun belum tampil sesuai standar yang diinginkan pelatih. Tantangan berikutnya adalah meningkatkan kualitas permainan sembari mempertahankan mentalitas untuk mendapatkan hasil. Persib menjadi lawan yang tepat untuk mengukur perkembangan tersebut karena pertandingan berlangsung hanya satu pekan setelah kemenangan di Samarinda. Tim pelatih akan menggunakan sesi latihan untuk memperbaiki kelemahan yang ditemukan pada laga pertama. Kondisi fisik pemain juga harus dijaga agar dapat tampil dengan intensitas tinggi selama pertandingan. Shin berharap proses tersebut membuat Persija terlihat lebih kuat ketika kembali turun ke lapangan.
Persija kini mengawali Super League 2026-2027 dengan tiga poin dan berada di kelompok atas klasemen sementara setelah pekan pertama. Hasil tersebut menjadi modal positif, tetapi Shin Tae-yong menegaskan perjalanan kompetisi masih sangat panjang. Klaim bahwa timnya baru menunjukkan sekitar separuh kemampuan menjadi sinyal bahwa perubahan permainan masih akan terus dilakukan. Pertandingan menghadapi Persib pada 12 September akan menjadi kesempatan pertama untuk membuktikan peningkatan yang dijanjikan tersebut. Macan Kemayoran memiliki keuntungan bermain di GBK, tetapi rivalitas kedua klub membuat pertandingan tetap sulit diprediksi. Shin ingin pemain mempertahankan konsentrasi yang diperlihatkan ketika menaklukkan Borneo sambil meningkatkan kualitas penguasaan dan serangan. Jika perkembangan tersebut dapat diwujudkan, Persija berpeluang menunjukkan permainan yang lebih meyakinkan dibandingkan pada laga pembuka. Duel melawan Persib pun menjadi ujian besar berikutnya bagi proyek Shin Tae-yong bersama Macan Kemayoran.