Jakarta, 1 Juni 2026 – Sebuah ledakan besar yang terjadi di wilayah timur laut Myanmar menewaskan lebih dari 45 orang dan melukai sekitar 70 lainnya. Insiden tersebut terjadi di kawasan Namhkam, Negara Bagian Shan, yang berada tidak jauh dari perbatasan China. Ledakan itu menghancurkan sejumlah bangunan dan menyebabkan kerusakan luas di area permukiman sekitar lokasi kejadian.
Menurut laporan petugas penyelamat dan media setempat, ledakan diduga berasal dari tempat penyimpanan bahan peledak yang digunakan untuk aktivitas pertambangan. Lokasi tersebut berada di wilayah yang dikuasai oleh Tentara Pembebasan Nasional Ta’ang (TNLA), kelompok bersenjata etnis yang beroperasi di kawasan tersebut. Investigasi awal mengarah pada kemungkinan terjadinya ledakan tidak disengaja dari bahan peledak yang disimpan dalam jumlah besar.
Dampak ledakan sangat besar hingga meratakan sejumlah rumah warga di sekitar lokasi. Foto dan video yang beredar menunjukkan kepulan asap tebal membumbung tinggi ke udara serta puing-puing bangunan yang berserakan di berbagai titik. Beberapa laporan menyebut jumlah korban tewas bahkan bisa mencapai lebih dari 50 orang, sementara proses pencarian korban masih terus berlangsung di lokasi kejadian.
Tim penyelamat bersama warga setempat terus melakukan evakuasi terhadap korban yang terluka maupun yang masih diduga berada di bawah reruntuhan. Rumah sakit di wilayah Namhkam juga dilaporkan membutuhkan tambahan pasokan darah untuk membantu penanganan para korban yang mengalami luka serius akibat ledakan tersebut. Kondisi ini membuat otoritas dan relawan setempat bergerak cepat untuk memberikan bantuan darurat.
Hingga saat ini, penyebab pasti ledakan masih dalam proses penyelidikan. Pihak TNLA menyatakan telah memulai investigasi internal untuk mengetahui faktor yang memicu insiden tersebut. Tragedi ini menjadi salah satu ledakan paling mematikan yang terjadi di Myanmar dalam beberapa waktu terakhir dan kembali menyoroti risiko besar penyimpanan bahan peledak di wilayah yang masih dilanda konflik bersenjata.